Berdiri di antara pintu-pintu yang terbuka. Namun ada 1 buah pintu kayu tua yang masih tertutup, terdapat ukiran tulisan indah yang mulai rusak termakan waktu. Agak sulit membacanya sebagai (LAHIR),
“Apa maksutnya?” kubuka pintu tua itu dan kunlewati ke using yang bertah-tahkan keanehan itu. Pita-pita DV kudapati tertada rapi di celah celah rak buku begitu pula dengan pemutarnya yang di temani sebuah TV yang agak kecil (mungkin hanya 14’) bagaikan perpustakaan filem. Dengan di setiap pita yang terdeteksi oleh lebel yang tertera pada pita itu. Begitu banyak pita yang terlihat dan lebel-lebel yang terbaca membuatku terasa asing karna tak kufahami apa ini? Lebel pada setiap pita bertuliskan suatu kesederhanaan yang bukan seperti judul dari apa yang terkandung dalam pita itu. Fukis pandangan tertuju pada sebuah lebel pita yag bertuliskan (Aaaaa….) dalam hati ku bergumam “apa-apaan ini? Horor apa Jorok?” kuputuskan untuk mencari tau dengan bantuan DV player dan kulihat dengan TV mungil di pojokan kanan pintu. Dan yang terdengar dan nampah hanya tangis kecil yang memenuhi sebuah ruangan yang bercahaya. Dan senyum seorang wanita yang berkeringat deras dan tersiksa oleh nafasnya yang menipis (takut ini di mana? Aku aneh, tuhan jangan buang aku, ku bersaksi engkau tuhanku, kupercaya akan engkau, jangan biarkan aku disini!, dingin, dan terbakar hamba disini.) fokus kudengarkan, terdiam kumelihatnya, aneh dan memalukan, “apakah aku menangis karna di lahirkan?, dunia baru,perasaan,suasana,waktu,social, kenapa aku takut di lahirkan? Kenapa aku tak mau dilahirkan? Lalu kenapa ibuku tersenyum gembira di saat aku takut? Kenapa ibuku senang aku takut pada dunia?” …. “tuhan kenapa kau buang aku kedunia?, kenapa kau tak mengambil akan kesaksianku? Aku bersaksi akan engkau, kenapa engkau tak membiarkan aku disana untuk terus bersak si akan engkau dan mengimanimu. Apa yang sebenarnya yang anda inginkan dari hamba? Dengan mengirimku ke dunia, aku ingin tetap di asuh oelh para malaikatmu yang telah mengajariku beriman kepadamu”
(jangan bertanya pada tuhan karna tuhan telah memberikan jawabannya sebelum kau mempertanyakannya. Hidupmu untuk apa?)
“Apa maksutnya?” kubuka pintu tua itu dan kunlewati ke using yang bertah-tahkan keanehan itu. Pita-pita DV kudapati tertada rapi di celah celah rak buku begitu pula dengan pemutarnya yang di temani sebuah TV yang agak kecil (mungkin hanya 14’) bagaikan perpustakaan filem. Dengan di setiap pita yang terdeteksi oleh lebel yang tertera pada pita itu. Begitu banyak pita yang terlihat dan lebel-lebel yang terbaca membuatku terasa asing karna tak kufahami apa ini? Lebel pada setiap pita bertuliskan suatu kesederhanaan yang bukan seperti judul dari apa yang terkandung dalam pita itu. Fukis pandangan tertuju pada sebuah lebel pita yag bertuliskan (Aaaaa….) dalam hati ku bergumam “apa-apaan ini? Horor apa Jorok?” kuputuskan untuk mencari tau dengan bantuan DV player dan kulihat dengan TV mungil di pojokan kanan pintu. Dan yang terdengar dan nampah hanya tangis kecil yang memenuhi sebuah ruangan yang bercahaya. Dan senyum seorang wanita yang berkeringat deras dan tersiksa oleh nafasnya yang menipis (takut ini di mana? Aku aneh, tuhan jangan buang aku, ku bersaksi engkau tuhanku, kupercaya akan engkau, jangan biarkan aku disini!, dingin, dan terbakar hamba disini.) fokus kudengarkan, terdiam kumelihatnya, aneh dan memalukan, “apakah aku menangis karna di lahirkan?, dunia baru,perasaan,suasana,waktu,social, kenapa aku takut di lahirkan? Kenapa aku tak mau dilahirkan? Lalu kenapa ibuku tersenyum gembira di saat aku takut? Kenapa ibuku senang aku takut pada dunia?” …. “tuhan kenapa kau buang aku kedunia?, kenapa kau tak mengambil akan kesaksianku? Aku bersaksi akan engkau, kenapa engkau tak membiarkan aku disana untuk terus bersak si akan engkau dan mengimanimu. Apa yang sebenarnya yang anda inginkan dari hamba? Dengan mengirimku ke dunia, aku ingin tetap di asuh oelh para malaikatmu yang telah mengajariku beriman kepadamu”
(jangan bertanya pada tuhan karna tuhan telah memberikan jawabannya sebelum kau mempertanyakannya. Hidupmu untuk apa?)
0 komentar:
Posting Komentar